•  border=

2 Cara Mudah Membuat Resiko Dalam Investasi Menjadi Berkurang

Anda mungkin ragu-ragu untuk berinvestasi karena anda pernah mendengar bahwa hal ini sangat beresiko.

Atau mungkin anda benar-benar sudah melalui kecelakaan besar didalam pasar seperti yang terjadi di tahun 2008, dimana anda melihat banyak uang anda menghilang begitu cepat, dan memutuskan bahwa anda tidak akan terjerumus untuk kedua kalinya.

Nah, inilah yang sebenarnya: investasi adalah beresiko. Keputusan sederhana untuk berinvestasi berarti anda akan menuju berhadapan dengan beberapa situasi pasang surut dan anda tidak pernah bisa 100% yakin tentang hasil yang akan anda dapatkan. Tidak ada jalan lain di sekitar itu.

Tetapi investasi juga merupakan cara yang ampuh untuk mencapai kemandirian finansial lebih cepat alias cepat kaya. Dan disaat anda tidak pernah bisa menghindari resiko yang muncul, ada beberapa cara untuk membuat resikonya menjadi sedikit berkurang.

Jadi dalam postingan ini, kita akan berbicara tentang dua cara mudah untuk mengurangi resiko investasimu sementara masih mendapatkan bagian yang adil dari hasil:

  1. Alokasi aset – yang memungkinkan anda untuk menggeser resikomu naik atau turun secara keseluruhan dengan memutuskan untuk menempatkan uang lebih banyak atau sedikit menjadi berbagai jenis investasi, dan
  2. Diversifikasi – yang memungkinkan anda untuk mengurangi resiko anda secara keseluruhan tanpa mengorbankan salah satu tingkat pengembalian potensialmu
  • Alokasi Aset

Dibawah ini adalah definisi sederhana dari alokasi aset: Bagaimana anda membagi uangmu diantara berbagai jenis investasi.

Anda dapat memikirkan banyak investasi seperti anda memikirkan mobil. Meskipun ada segudang pilihan yang berbeda diluar sana, masing-masing diantaranya muncul dengan fitur dan nuansa yang unik, mereka semua dapat dikelompokkan ke dalam kategori utama dari beberapa yang sebagian besar memberitahu anda sesuatu yang perlu anda ketahui.

Didalam hal mobil, saya memiliki kategori seperti “sedan”, “minivan” dan SUV”. Tidak semua mobil dalam setiap kategori persis sama, tetapi mereka snagat mirip di sepanjang karakteristik utama seperti ukuran, kekuatan dan jarak tempuh.

Didalam hal investasi, kategori saya adalah hal-hal seperti “saham”, “obligasi” dan “cash”. Sama seperti mobil yang tidak semuanya termasuk dalam setiap kategori yang dikatakan persis sama, tetapi mereka berbagi karakteristik yang sama seperti resiko yang diharapkan dan tingkat pengembalian.

Dan faktanya adalah seberapa banyak uang yang anda masukkan ke dalam tiap-tiap kategori (alokasi asetmu) akan memiliki pengaruh yang jauh lelbih besar dari resiko investasi pribadi dan tingkat pengembalianmu dari yang lainnya, bahkan reksa dana tertentu, saham dan lain sebagainya yang telah anda pilih. Jadi, hanya dengan memutuskan bagaimana anda akan membagikan uang diantara kategori ini maka anda dapat melakukan banyak hal untuk mengontrol seberapa banyak resiko yang bersedia anda ambil.

  • Apa Saja Yang Termasuk Kategori Investasi Besar?

Sebelum memutuskan apa saja jenis yang dapat berinvestasi didalamnya, kita perlu mengetahui apa saja pilihannya dan apa saja karakteristik yang mereka miliki. Dan meskipun ada semua jenis investasi yang berbeda yang akan anda dengar, hanya ada 3 yang perlu anda khawatirkan mengenai:

  1. Kas (tabungan)

Tingkat pengembalian terendah yang diharapkan, tetapi juga jumlah resiko terendah. Anda tahu persis dengan yang apa anda dapatkan disini. Ini adalah tempat yang sempurna untuk tujuan jangka pendek seperti membangun dana darurat atau menabung untuk sebuah rumah, tetapi umumnya tidak ideal dalam tujuan jangka panjang hanya karena tingkat pengembalian yang sangat kecil.

  1. Obligasi

Tingkat pengembalian menengah yang diharapkan dengan jumlah resiko menengah. Anda tidak tahu dengan pasti apa yang akan anda dapatkan disini, tetapi pasang surutnya tidak terlalu besar. Obligasi sangat baik sebagai bagian konservatif dari investasi jangka panjangmu.

  1. Saham

Tingkat pengembalian tertinggi yang diharapkan dengan jumlah resiko tertinggi. Pasang surut terjadi setiap tahun, dan bahkan dari hari ke hari, bisa sangat tinggi. Tetapi dalam jangka panjang, tingkat pengembalian selalu menguat yang membuat mereka merupakan bagian penting dari rencana investasi jangka panjang.

Anda mungkin mendengar orang berbicara tentang jenis investasi lain seperti “alternatif”, “emas”, dan “real estate”, tetapi pendapat jujur dari saya adalah untuk sebagian besar diantaranya anda dapat dengna aman mengabaikan mereka. Semua yang anda butuhkan adalah membangun strategi investasi yang kuat di ketiga kategori tersebut.

  • Diversifikasi

Ada aturan emas dalam berinvestasi tetapi hampir mustahil untuk dipecahkan: Jika anda ingin peluang hasil yang lebih baik, anda harus mengambil resiko lebih besar untuk tidak memperolehnya.

Ini benar-benar inti keseluruhan dibalik keputusan alokasi aset diatas. Anda dapat menempatkan uang lebih banyak ke pasar saham yang anda inginkan, dan akan meningkatkan peluang mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. Tetapi juga meningkatkan resiko bahwa anda tidak akan benar-benar mendapatkan mereka kembali. Jadi, keputusan alokasi aset anda adalah latihan dalam memutuskan seberapa besar resiko yang anda bersedia anda ambil dalam mengejar keuntungan yang lebih tinggi.

Tetapi ada satu cara untuk menurunkan resiko investasimu tanpa menurunkan tingkat pengembalian yang anda harapkan. Hanya satu.

Ini disebut diversifikasi dan dapat diringkas dalam cara berikut: Jangan menaruh semua telurmu ke dalam satu keranjang.

  • Apa Itu diversifikasi?

Pada dasarnya, diversifikasi adalah aksi menyebarkan uang anda diantara berbagai investasi yang berbeda sehingga anda tidak pernah memiliki terlalu banyak uang yang diinvestasikan dalam satu kategori.

Anda dapat mendiversifikasi dengan memilih untuk berinvestasi di pasar saham secara menyeluruh. Bila anda memiliki sedikit di setiap perusahaan, tidak ada perusahaan tunggal yang dapat menarik anda ke bawah.

  • Bagaimana cara kerja diversifikasi?

Diversifikasi bekerja pada salah satu alasan sederhana: bahkan para pakar juga tidak pandai dalam memilih saham. Serius, saat anda menjalankan angka, memilih saham (atau obligasi dalam hal ini) adalah hanyalah masalah keberuntungan yang buta, bahkan diantara para investor yang sudah terlatih dan terampil di luar sana.

Jadi, jika memilih saham tidak bekerja, itu berarti bahwa tidak ada alasan untuk mengharapkan saham tertentu mengungguli yang lain. Tentu saja beberapa diantaranya akan mengungguli, tetapi pada dasarnya tidak mungkin untuk mengetahui saham mana yang akan melakukannya dalam waktu mendatang.

Dan jika kita tidak tahu saham mana yang akan unggul, itu berarti pada dasarnya semua saham memiliki tingkat pengembalian yang sama. Jadi, apakah kita akan berinvestasi pada saham tunggal atau seluruh pasar saham, tingkat pengembalian yang diharapkan tentulah sama.

Tetapi jumlah resiko yang anda ambil banyak variasinya.

Dalam kasus yang paling ekstrim, berinvestasi di saham perusahaan tunggal berarti bahwa seluruh hasil investasi anda bergantung pada nasib satu perusahaan. Itu berarti menempakan semua telur dalam satu keranjang.

Jika anda malah memutuskan untuk menaruh uang anda ke dalam dana indeks yang sama sekali melacak seluruh pasar saham, tidak ada satu perusahaan memiliki terlalu banyak kepentingan. Anda telah mengurangi resiko secara keseluruhan dengan menyebarkannya disekitar tanpa mengurangi tingkat pengembalian yang diharapkan dari portofoliomu.

Comments are closed